Thursday, April 4, 2013

Pentingnya Manajer Strategi di Dalam Sebuah Organisasi Seperti Ditjen Perbendaharaan



Seperti kita ketahui bahwa Ditjen Perbendaharaan memiliki Rencana Strategis diantaranya yaitu Penyelenggaraan Pelayanan Prima, Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Negara, Pengembangan Organisasi yang Modern, Pengelolaan Anggaran yang Optimal, Peningkatan Kualitas SDM,  dan Pengelolaan Keuangan Negara yang Akuntabel dan Transparan. Melihat rencana strategis Ditjen Perbendaharaan, maka kedepannya Ditjen Perbendaharaan diharapkan dapat mengambil posisi penting di dalam menjaga tren positif laju perekonomian bangsa Indonesia pada tataran makroekonomi, dan di dalam turut mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, sehingga Ditjen Perbendaharaan dituntut untuk melakukan pengembangan organisasi secara terus menerus (Continuous Improvement) dari waktu ke waktu untuk mengakomodir berbagai perubahan kondisi global dengan cara melakukan monitoring, evaluasi, dan sosialisasi informasi dari dan kepada lingkungan eksternal maupun internal (Enviromental Scanning).

Dengan kecenderungan kondisi lingkungan global yang terus berubah, maka untuk terus dapat mempertahankan eksistensinya, Ditjen Perbendaharaan harus memiliki strategi yang baik, dengan memetakan keunggulan dan kelemahan organisasi (Strengths and Weaknesses), dan melihat peluang yang terjadi kedepannya (Opportunities Threats).

Berdasarkan hal tersebut di atas, Ditjen Perbendaharan sebagai sebuah organisasi yang besar memerlukan banyak tenaga seorang Manajer Strategik yang ahli dan menguasai bidang keilmuan Manajemen Strategik. Di dalam kehidupan sebuah organisasi, Manajer Strategik memiliki fungsi dan tugas untuk memetakan secara jelas visi dari organisasi dengan menggunakan berbagai perangkat atau model manajemen strategis yaitu pertama melakukan Enviroment Scanning, kedua merumuskan Strategy Formulation, ketiga menetapkan Strategy Implementation dan keempat melakukan Evaluation and Control, serta bagaimana menjadikan sasaran strategis organisasi tersebut menjadi milik bersama dari setiap individu sampai dengan level pelaksana.

Salah satu perangkat manajemen untuk menilai kinerja organisasi dan kinerja pegawai yang selama ini telah diterapkan di Kementerian Keuangan yaitu Balance Scorecard (BSc), dimana salah satu indikatornya adalah IKU (Indikator Kinerja Utama).   Balance Scorecard atau Kartu Skor Berimbang merupakan hal yang sangat menarik bagi saya untuk dipelajari lebih dalam seperti bagaimana caranya merumuskan dan menyusun Peta Rencana Strategis yang mengkombinasikan berbagai perspektif dari sisi Stakeholder Perspective, Customer Perspective, Internal Perspective, Learning and Growth Perspective yang masing-masing unsur harus secara bersamaan diprioritaskan. Tidak hanya berhenti pada proses perumusan Peta Renstra saja, namun bagaimana peta renstra tersebut diimplementasikan dalam kehidupan organisasi dalam rangka mencapai tujuan, bagaimana memberdayakan dan melibatkan seluruh potensi sumber daya manusia yang dimiliki, sampai dengan tahap monitoring dan evaluasi atas capaian kinerja yang telah diperoleh, dan proses pembelajaran sebagai bentuk continuous improvement.
 
Potensi besar yang dimiliki Ditjen Perbendaharaan dengan Sumber Daya Manusia kurang lebih berkisar 9.317 pegawai dirasa belum optimal. Masih banyak SDM yang memiliki kemampuan namun belum terekspos oleh Kantor Pusat, atau belum memperoleh kesempatan yang cukup guna mengembangkan potensinya yang ada. Atas dasar hipotesa tersebut, dibutuhkan adanya sinergi dari Sistem Manajemen Strategik dan Sistem Manajemen SDM yang baik sehingga mampu mengakomodir potensi, atau bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh para pegawai Ditjen Perbendaharaan.    

Oleh karena itu, penulis menaruh minat pada Program Magister Manajemen khususnya Konsentrasi Manajemen Strategik, tujuannya adalah supaya dapat mempelajari secara lebih dalam mengenai apa dan bagaimana menyusun perencanaan, menggorganisasikannya, mengimplementasikannya, dan menjalankan fungsi pengawasan dan kontrol, serta evaluasi atas kelemahan dan hambatan yang ada. Pada khususnya penulis tertarik ingin mempelajari perangkat manajemen yang telah ada di Kementerian Keuangan yaitu Balance Scorecard. 

1 comment:

nurhidayati said...

saya yg newbie btuh bnyk belajar nih dari senior...perkenalkan pak.,,saya ida dari kppn solok