Monday, May 12, 2014

A Stakehoder Perspective on Mission Statements : an International Empirical Study



By Gertjan van Nimwegen, Laury Bollen, Harold Hassink dan Thomas Thijssens
Keyword : Mission Statements, Stakeholders Analysis

1.      Latar Belakang
Penelitian-penelitian yang telah ada tentang tujuan dari mission statement memunculkan diskusi dan perdebatan dalam literature akademis.  Mission statement utamanya digunakan sebagai ‘public relations statements’ oleh karena itu mission statement terlihat tidak realistis (Wright, 2002).  Mission statement juga bertujuan sebagai alat untuk tujuan internal perusahaan seperti pengembangan strategi, leadership, dan evaluasi kinerja. (Drucker, 1997; Klemm et all, 1991).  Hanya dengan misi dan tujuan yang jelas , maka sebuah bisnis dapat menjadi bisnis yang jelas dan memiliki tujuan yang realistis, untuk itu perlunya mission statements sebagai sarana komunikasi eksternal sebagai contohnya adalah untuk mempengaruhi persepsi dari stakeholder terhadap perusahaan atau organisasi (Campbell, 1997; Barkus et al, 2000).

2.      Permasalahan
Terdapat dua teori yang menarik peneliti yaitu teori stakeholder dependency, dan teori resource dependency.  Perspektif yang mana diantara kedua teori tersebut yang mendasari perusahaan di dalam menentukan mission statement.   Selain itu juga terdapat perdebatan dari penelitian-penelitan sebelumnya Antara tujuan mission statement sebagai alat untuk tujuan internal atau untuk tujuan eksternal.

3.      Tujuan
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan bukti adanya hubungan antara teori pentingnya stakeholder bagi perusahaan atau organisasi dan pentingnya pencantuman komunitas stakeholder (stakeholder groups) di dalam pernyataan misi perusahaan atau organisasi.

4.      Hipotesa
Berangkat dari penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya, peneliti menyusun sebuah research question yaitu : Apakah kelompok “stakeholder yang memberikan sumber daya” lebih sering disebutkan di dalam mission statement daripada “kelompok stakeholder yang tidak memberikan sumber daya” ?

5.      Objek Penelitian, Populasi & Sample
Data dikumpulkan dari 630 listed companies di 22 negara dengan sebaran sebagai berikut : UK sebanyak 127 perusahaan, US 100 perusahaan, Jepang 78 perusahaan, Kanada 48 perusahaan, Itali 41 perusahaan, Prancis 39 perusahaan, dan Swiss 39 perusahaan. Diperjalanan penelitian, dikurangi 17 perusahaan dari data yang ada karena perusahaan tersebut tidak mempublikasikan mission statement nya.  

6.      Variabel-variabel Penelitian
Dependent Variable :
  • Ratio fraction : jumlah resource yang diberikan stakeholder groups di dalam mission statement dibagi dengan jumlah total stakeholder groups yang ada di dalam mission statement
  • Employess : represented by labor
  • Customers :  represented by number of consumption
  • Shareholders : represented by capital
  • Community : represented by people living in the vicinity of the bussines activities  of the company
  • Environment : represented by individual organization which aim to protect the environment from the negative impact of the bussines activities of the company
  • Human rights & Supply chain : represented  by NGOs (Non-Govermental Organizations) addressing issues such as the working condition of the employees or child labor
Independent Variable :
1.      Country specific factors :
  • Legal origin : german, French, English, Scandinavia
  • Legal tradition
  • Outside investor rights
  • Equity market
  • Ownership concentration
2.      Company specific factors :
·         Number of Employees
·         Total Assets
·         Net sales or revenues
·         Market Capitalization

7.      Metode analisis
Data yang diperoleh diolah dengan analisis statistic multivariat

8.      Hasil Penelitian
·         Dari sample sebanyak 613 perusahaan, hanya 490 perusahaan (80%) yang mempublikasikan mission statementnya, 100 perusahaan (16,3%) tidak terbuka mengenai mission statementnya, dan sisanya 23 perusahaan (3,7%) tidak dapat dikonfirmasi terkait keberadaan mission statementnya.
·         Variabel FRACTION menunjukan angka 0,20 hingga 0,80 menunjukan bahwa perusahaan lebih cenderung memasukan isu-isu terkait kelompok stakeholdernya ke dalam mission statement apabila kelompok stakeholder tersebut memiliki atau memberikan atau menyediakan sumber daya yang bermanfaat bagi perusahaan misalnya tentang karyawan, tentang customer, dan tentang corporate governance.
·         Isu-isu atau permasalahan kelompok stakeholder yang paling sering dibahas di dalam mission statement perusahaan adalah tentang customers 84%, tentang karyawan 71%, tentang komunitas 55%, tentang lingkungan 53%, tentang corporate governance 47%, dan tentang hak asasi manusia dan supply chain 14%.  Namun hall ini sangat tergantung kepada Negara dan industry yang digelutinya. Penemuan penelitan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Bartkus et al (2004) yaitu mission statement perusahaan-perusahaan di Jepang lebih sedikit membahas isu-isu stakeholder dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan di Europe dan di US.  Mission statement perusahaan Jepang di dalamnya mengandung lebih banyak isu-isu tentang sosial dari pada tentang karyawan dan investor.
·         Studi ini menemukan bahwa kelompok stakeholder yang memberikan sumber daya kepada perusahaan lebih banyak, dibahas dalam mission statement lebih sering. Selain itu, profil industri, hukum dan konsentrasi kepemilikan yang ditemukan berhubungan dengan inklusi stakeholder dalam pernyataan misi.

9.      Uraian yang menarik dari penelitian
Berdasarkan penelitian oleh Peyrefitte dan David (2006) menyatakan terdapat 9 komponen kunci di dalam mission statement perusahaan yaitu : customers, products and services, location, technology, concern for survival, philosophy, self-concept, concern for public image, and concern for employees. 
Mission statement atau pernyataan misi sebuah perusahaan maupun organisasi tidak memiliki sebuah standar seperti rumus-rumus di dalam ilmu matematika, oleh karena itu seorang manajer harus memperhatikan lingkungan disekitar organisasi atau perusahaan sebagai pendekatan kepada stakeholders yang merupakan hal terpenting bagi organisasi. Kegagalan organisasi dalam mengenali stakeholdernya dan menuangkannya ke dalam mission statement bisa menjadi kerugian dalam jangka panjang, apalagi ketika para pesaing melakukan pendekatan yang lebih baik kepada stakeholder.  Melibatkan stakeholder (involvement) merupakan langkah yang tepat di dalam penyusunan mission statement.  

No comments: