Keyword : Mission Statements, Stakeholders Analysis
1.
Latar Belakang
Penelitian-penelitian yang telah ada
tentang tujuan dari mission statement memunculkan
diskusi dan perdebatan dalam literature akademis. Mission statement utamanya digunakan sebagai
‘public relations statements’ oleh karena itu mission statement terlihat tidak
realistis (Wright, 2002). Mission
statement juga bertujuan sebagai alat untuk tujuan internal perusahaan seperti
pengembangan strategi, leadership, dan evaluasi kinerja. (Drucker, 1997; Klemm
et all, 1991). Hanya dengan misi dan
tujuan yang jelas , maka sebuah bisnis dapat menjadi bisnis yang jelas dan
memiliki tujuan yang realistis, untuk itu perlunya mission statements sebagai
sarana komunikasi eksternal sebagai contohnya adalah untuk mempengaruhi
persepsi dari stakeholder terhadap perusahaan atau organisasi (Campbell, 1997;
Barkus et al, 2000).
2.
Permasalahan
Terdapat dua teori yang menarik
peneliti yaitu teori stakeholder dependency, dan teori resource
dependency. Perspektif yang mana
diantara kedua teori tersebut yang mendasari perusahaan di dalam menentukan
mission statement. Selain itu juga terdapat perdebatan dari
penelitian-penelitan sebelumnya Antara tujuan mission statement sebagai alat
untuk tujuan internal atau untuk tujuan eksternal.
3.
Tujuan
Tujuan utama dari penelitian ini
adalah untuk menemukan bukti adanya hubungan antara teori pentingnya
stakeholder bagi perusahaan atau organisasi dan pentingnya pencantuman
komunitas stakeholder (stakeholder groups) di dalam pernyataan misi perusahaan
atau organisasi.
4.
Hipotesa
Berangkat dari penelitian-penelitian
yang telah ada sebelumnya, peneliti menyusun sebuah research question yaitu : Apakah kelompok “stakeholder yang
memberikan sumber daya” lebih sering disebutkan di dalam mission statement daripada “kelompok stakeholder yang tidak
memberikan sumber daya” ?
5.
Objek Penelitian, Populasi &
Sample
Data dikumpulkan dari 630 listed
companies di 22 negara dengan sebaran sebagai berikut : UK sebanyak 127
perusahaan, US 100 perusahaan, Jepang 78 perusahaan, Kanada 48 perusahaan, Itali
41 perusahaan, Prancis 39 perusahaan, dan Swiss 39 perusahaan. Diperjalanan penelitian,
dikurangi 17 perusahaan dari data yang ada karena perusahaan tersebut tidak
mempublikasikan mission statement nya.
6.
Variabel-variabel Penelitian
Dependent Variable
:
|
Independent
Variable :
1.
Country
specific factors :
2.
Company
specific factors :
·
Number of
Employees
·
Total Assets
·
Net sales or
revenues
·
Market
Capitalization
|
7.
Metode analisis
Data yang diperoleh diolah dengan analisis
statistic multivariat
8.
Hasil Penelitian
·
Dari sample sebanyak 613 perusahaan, hanya 490
perusahaan (80%) yang mempublikasikan mission statementnya, 100 perusahaan
(16,3%) tidak terbuka mengenai mission statementnya, dan sisanya 23 perusahaan
(3,7%) tidak dapat dikonfirmasi terkait keberadaan mission statementnya.
·
Variabel FRACTION menunjukan angka 0,20 hingga
0,80 menunjukan bahwa perusahaan lebih cenderung memasukan isu-isu terkait
kelompok stakeholdernya ke dalam mission statement apabila kelompok stakeholder
tersebut memiliki atau memberikan atau menyediakan sumber daya yang bermanfaat
bagi perusahaan misalnya tentang karyawan, tentang customer, dan tentang
corporate governance.
·
Isu-isu atau permasalahan kelompok stakeholder yang
paling sering dibahas di dalam mission statement perusahaan adalah tentang
customers 84%, tentang karyawan 71%, tentang komunitas 55%, tentang lingkungan
53%, tentang corporate governance 47%, dan tentang hak asasi manusia dan supply
chain 14%. Namun hall ini sangat
tergantung kepada Negara dan industry yang digelutinya. Penemuan penelitan ini
sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Bartkus et al (2004) yaitu mission
statement perusahaan-perusahaan di Jepang lebih sedikit membahas isu-isu
stakeholder dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan di Europe dan di US. Mission statement perusahaan Jepang di
dalamnya mengandung lebih banyak isu-isu tentang sosial dari pada tentang
karyawan dan investor.
·
Studi
ini menemukan bahwa kelompok stakeholder yang memberikan sumber daya kepada
perusahaan lebih banyak, dibahas dalam mission statement lebih sering. Selain
itu, profil industri, hukum dan konsentrasi kepemilikan yang ditemukan
berhubungan dengan inklusi stakeholder dalam pernyataan misi.
9.
Uraian yang menarik dari penelitian
Berdasarkan penelitian oleh
Peyrefitte dan David (2006) menyatakan terdapat 9 komponen kunci di dalam
mission statement perusahaan yaitu : customers,
products and services, location, technology, concern for survival, philosophy,
self-concept, concern for public image, and concern for employees.
Mission statement atau pernyataan misi sebuah perusahaan maupun organisasi tidak memiliki
sebuah standar seperti rumus-rumus di dalam ilmu matematika, oleh karena itu
seorang manajer harus memperhatikan lingkungan disekitar organisasi atau
perusahaan sebagai pendekatan kepada stakeholders yang merupakan hal terpenting
bagi organisasi. Kegagalan organisasi dalam mengenali stakeholdernya dan
menuangkannya ke dalam mission statement bisa menjadi kerugian dalam jangka
panjang, apalagi ketika para pesaing melakukan pendekatan yang lebih baik kepada
stakeholder. Melibatkan stakeholder
(involvement) merupakan langkah yang tepat di dalam penyusunan mission
statement.
No comments:
Post a Comment